Sejarah Penggunaan Cushion

Secara umum, cushion dapat diartikan sebagai bantal, bantalan, alas duduk, atau kasur kecil. Penggunaan kata cushion kemudian berkembang luas sehingga diidentikkan juga dengan bantal sofa, bantal duduk, throw pillow, dsb.

Pada masa sekarang, cushion sudah lumrah digunakan terutama untuk membawa warna tertentu dan kenyamanan pada suasana rumah. Padahal barang kecil ini pada awalnya bermula sebagai barang mewah yang hanya dimiliki oleh orang kaya.

Peradaban kuno Mesopotamia

Penggunaan cushion paling awal diketahui berlangsung pada peradaban kuno  Mesopotamia. Hal itu dibuktikan dengan coretan-coretan kuno di dinding peninggalan peradaban tsb. Di masa itu, cushion dikaitkan dengan status seseorang, karena mahalnya bahan dan pewarna yang diperlukan untuk membuat bantal. Semakin banyak yang dimiliki maka semakin tinggi statusnya di masyarakat. Pada masa-masa lampau di mana hidup masih sangat tidak nyaman, menjadi nyaman berarti menjadi kaya.

Peradaban Sungai Nil

Cushion dari periode peradaban Mesir dikenal sebagai tempat penyangga kepala pada kursi atau batu, dengan tekstur yang padat dan keras. Cushion pada masa itu kebanyakan digunakan untuk menyangga kepala mumi. Hal ini dapat ditemukan di makam-makam Mesir.

Budaya Eropa

Di Eropa, tradisi cushion dan bantal diwariskan dari budaya Yunani dan Romawi. Kedua budaya ini mengadaptasi budaya bantal yang sebelumnya telah ada di Mesir, namun memodifikasinya agar menjadi lebih nyaman. Mereka mengisi cushion dengan material seperti jerami, bulu, dan alang-alang sehingga menjadi empuk seperti cushion yang kita kenal pada saat ini. Mereka menggunakan cushion berukuran besar untuk pembaringan dan cushion berukuran kecil untuk kursi. Seperti orang Mesir, mereka juga meletakkan cushion untuk menyangga kepala orang mati.

Budaya klasik Cina

Sementara itu, di Cina tradisi cushion keras berlanjut. Material yang digunakan termasuk keramik, bambu, kayu, dan tembaga. Cushion diberi tutup kain agar tidak terllau keras. Penggunaan cushion tsb berlanjut sampai abad ke-20, namun cushion keramik mulai berkurang perlahan sejak abad ke-14.

Tradisi Jepang

Di seberangnya, yaitu Jepang, cushion memiliki fungsi yang berbeda. Bukan sebagai penyangga kepala, cushion malah digunakan di lantai sebagai alas duduk. Namanya lebih dikenal sebagai ‘zabuton cushions’.

Abad ke-19

Cushion dan bantal mulai hadir di rumah-rumah orang kelas menengah pada abad ke-19. Revolusi industri membuat barang-barang pembuatnya bisa didapatkan dengan lebih mudah, termasuk material, pewarna, dll. Di Inggris, pada era Victoria cushion berperan penting untuk menambah style pada kamar tidur, sofa, dan kursi.

Abad ke-20

Selama abad ke-20, penggunaan cushion semakin meluas dan variatif. Seiring dengan semakin modern dan santainya suasana rumah, cushion besar untuk lantai seperti beanbags menjadi terkenal. Selain itu, seiring dengan berkembangnya perjalanan, orang-orang mulai berdatangan ke Asia dan menemukan serta membawa budaya kursi tradisional Asia dan cushion lantainya.

Abad ke-21

Produksi massal telah mengubah cushion dari barang mewah menjadi barang sehari-hari. Namun, produksi massal dilakukan tanpa banyak pertimbangan desain, dengan keuntungan menjadi satu-satunya target.

Oleh karena itu, Marshmallow Bandung ingin kembali memberikan sentuhan seni dan unsur kreatifitas ke dalam cushion, seperti yang terjadi pada awal kemunculannya di kebudayaan Mesopotamia. Bantal-bantal Marshmallow Bandung kami buat untuk menyalurkan kreatifitas dan kesenangan kami sehingga tercermin dari desain motif yang eksklusif. Cek daftar produk kami di sini.

*Disadur dan diterjemahkan dari https://www.feathr.com/blog/a-brief-history-of-cushions oleh Marshmallow Bandung dengan perubahan seperlunya.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

A WordPress.com Website.

Up ↑

%d bloggers like this: